“Misteri Ari Carita Wayang: Analisis dalam Sastra Sunda”

Sebagai contoh, dalam cerita “Gajah Naga Arimbi,” penggunaan bahasa kiasan melekat erat pada karakter Gajah Naga. Gajah Naga sering kali menyampaikan gagasannya melalui ucapan-ucapan yang sulit dipahami secara harfiah, namun memiliki arti filosofis yang mendalam. Hal ini menghadirkan rasa kecerdasan dan misterius pada karakter tersebut.

Kritik Sosial dalam Ari Carita Wayang

Di balik dongeng-dongeng indah yang disampaikan melalui Ari Carita Wayang, terdapat pula kritik sosial terhadap berbagai persoalan aktual. Penulis Ari Carita Wayang seringkali menggunakan cermin dunia fantasi untuk menyindir fenomena-fenomena sosial di masyarakat, sekaligus memberikan petuah dan wejangan moral kepada pembaca atau penontonnya.

Pada cerita “Kuda Raja Panji,” misalnya, penggambaran seorang penguasa yang korup dan zalim melalui karakter Kuda Raja Panji merupakan sindiran terhadap perilaku penguasa yang seringkali menyalahgunakan kekuasaan demi kepentingan pribadi. Di sisi lain, karakter Panji Sang Petualang memberikan contoh pemimpin yang bijaksana dan adil melalui perjalanan hidupnya.

Dwi Septiana Alhinduan

Penggiat Pendidikan. Mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bertanah air.

Tags

Share this on:

Related Post