“Pemikiran Kritis: Pengaruh Dekorasi Penunjang di Jawa Tengah”

Motif Candi Borobudur: Spiritualitas dan Kehidupan Manusia

Candi Borobudur merupakan salah satu contoh terbaik dari arsitektur Jawa Tengah yang mempengaruhi dekorasi penunjang. Dengan bentuknya yang menggambarkan alam semesta menurut pandangan agama Buddha, Candi Borobudur memberikan stimulus bagi pemikiran kritis tentang hubungan manusia dengan alam semesta, karma, reinkarnasi, serta makna hidup manusia di dunia ini.

Ornamen Gapura: Representasi Nilai Budaya

Gapura, yaitu pintu gerbang tradisional, juga menjadi objek dekorasi penunjang yang mencerminkan pemikiran kritis dalam budaya Jawa Tengah. Dalam ornamennya terdapat motif-motif simbolis seperti bunga-bunga atau hewan-hewan tertentu yang memiliki makna filosofis mengenai kehidupan manusia atau nilai-nilai kehidupan masyarakat.

Kesimpulan

Pemikiran kritis sangat penting dalam menciptakan karya seni dan desain yang bermakna mendalam. Dekorasi penunjang berperan sebagai stimulus bagi pemikiran kritis ini melalui penggunaan elemen-elemen visual, seperti warna, tekstur, pola, dan simbol-simbol tersirat. Di Jawa Tengah, dekorasi penunjang dalam batik dan arsitektur tradisional menjadi media untuk mengungkapkan pemikiran kritis mengenai identitas budaya dan makna hidup manusia. Dengan memahami dan mengapresiasi dekorasi penunjang ini, kita dapat melihat lebih dalam dari apa yang terlihat dan merenungkan pertanyaan-pertanyaan yang kritis tentang dunia di sekitar kita.

Dwi Septiana Alhinduan

Penggiat Pendidikan. Mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bertanah air.

Tags

Share this on:

Related Post