“Studi Kasus: Proses Pembuatan Tape Tradisional”

Proses fermentasi dimulai dengan mencampurkan ketan hitam yang sudah diukus dengan ragi. Campuran tersebut kemudian dibiarkan selama beberapa hari dalam wadah yang tertutup rapat agar proses berlangsung tanpa gangguan dari lingkungan luar.

Selama proses fermentasi, ragi akan menghasilkan enzim-enzim dan mikroorganisme yang bekerja merombak struktur karbohidrat dalam ketan hitam menjadi senyawa lain seperti asetat dan etanol. Proses ini juga menghasilkan gas karbondioksida, sehingga terjadi perubahan tekstur dari ketan menjadi lebih kenyal dan berlendir.

Pengolahan Akhir

Setelah mencapai tahap fermentasi yang diinginkan, tape tradisional perlu diolah lebih lanjut sebelum siap dikonsumsi. Tape dapat dikukus kembali untuk mematangkan secara keseluruhan dan menghilangkan bau ragi yang terlalu kuat.

Dwi Septiana Alhinduan

Penggiat Pendidikan. Mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bertanah air.

Tags

Share this on:

Related Post