“Merajut Kata: Seni Puisi dalam Perspektif Kimia”

Sebagai contoh, perhatikan bait-bait puisi karya Chairil Anwar:

“Aku sudah lama dalam lembah kelabu / bak ditelan banyak orang dan benda.”

Perpaduan harmonis aliterasi dengan kata-kata seperti “lama,” “lembah,” “bak,” dan “banyak” memberikan dentuman retorika yang seolah mencerminkan keadaan emosional si penyair. Puisi ini menghasilkan kesan suara yang terdengar seperti reaksi kimia yang berdetak-detak dalam keheningan.

Dwi Septiana Alhinduan

Penggiat Pendidikan. Mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bertanah air.

Tags

Share this on:

Related Post