“Segata Lampung: Menghidupkan Pantun dalam Budaya Masyarakat”

Segata Lampung: Menghidupkan Pantun dalam Budaya Masyarakat

Budaya Indonesia memiliki kekayaan yang tak terhingga. Salah satu bentuk warisan budaya yang mendalam adalah pantun, sebuah bentuk puisi tradisional yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia. Di dalam provinsi Lampung, terdapat sebuah komunitas yang disebut Segata Lampung, yang berdedikasi untuk melestarikan dan menghidupkan kembali keindahan pantun di tengah-tengah masyarakat.

Pantun: Bentuk Puisi Tradisional

Pantun merupakan salah satu bentuk puisi tradisional di Indonesia. Digunakan untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan dengan cara yang indah, pantun seringkali dinyanyikan atau dibaca secara lisan dalam berbagai acara adat dan festival. Setiap pantun terdiri dari empat baris, dengan pola a-b-a-b, di mana baris kedua dan keempat memiliki irama dan rima yang sama.

Melalui penggunaannya yang sangat fleksibel, pantun dapat digunakan untuk tujuan berbagai macam, seperti hiburan, pendidikan, atau bahkan sebagai sarana ekspresi politik. Dalam konteks kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, pantun sering digunakan untuk berkomunikasi secara santai atau memberikan nasihat dengan cara yang kreatif dan menarik.

Dwi Septiana Alhinduan

Penggiat Pendidikan. Mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bertanah air.

Tags

Share this on:

Related Post